Posted on Leave a comment

JASA PERAKITAN PANEL LISTRIK

Menurut kegunaan nya panel listrik terdiri dari panel instalasi, panel distribusi dan panel kontrol

  1. Panel instalasi adalah tempat penyaluran energi listrik dari sumber energi listrik atau tranfo daya ke panel pembagi (distribusi). Panel ini biasanya terpasang pada tegangan menengah (MVDP) diutilitas bangunan atau pabrik.
  2. Panel distribusi (penel pembagi) merupakan panel tempat penyaluran energi listrik langsung ke beban seperti penerangan, perangkat electronic dll
  3. Panel kontrol merupakan panel tempat penyaluran energi listrik dan kontrol signal daya listrik untuk keperluan mesin2 kontrol industri. Seperti MCC

Persyaratan dan standar yang harus dipenuhi dalam perakitan panel menurut PUIL (Pedoman Umum Instalasi Listrik):

  1. Semua penghantar, komponen harus terpasang dan tersusun rapi
  2. Semua bagian yang bertegangan harus terlindungi/terisolasi
  3. Kode dan pewarnaan kabel harus jelas dan sesuai standar
  4. Jalur input dan output kabel tidak berpotensi terjadi percikan api
  5. Box panel harus terlindungi dan digroundkan (<5 ohm)
  6. Pengikatan kabel dan komponen harus kuat dan kencang (tidak boleh longgar)
  7. Area penyimpanan harus kering tidak lembab (humidity rendah) dan sirkulasi udara baik
  8. Kabel netral dan pengroundingan harus baik
  9. Jalur kabel incoming disarankan dari bawah, bukan dari luar. Agar apabila ada air pada kabel tidak masuk kedalam kabel active.
  10. Pewarnaan kabel sesuai standar SNI (warna hitam, kuning, merah untuk phasa, Biru untuk netral dan loreng untuk ground)
  11. Grounding ke body/box panel memakai kabel kawat minimal 2.5mm.
  12. Dan masih banyak lagi syarat nya.

Wiring komponen panel dirakit sesuai drawing / line diagram dan dipasang sesuai group atau pengelompokan dengan baik.

Panel harus dirakit dengan cermat dan teliti dan dilakukan oleh orang yang berpengalaman agar pemasangan sesuai syarat PUIL dan SNI dan tidak terjadi kesalahan aliran arus daya yang dapat membahayakan peralatan.

Setelah panel dirakit harus dilakukan test dan commissioning agar berfungsi dengan baik.

Bagian2 panel terdiri dari bagian

Accessories: Box panel terbuat dari plat besi yang dicoating atau yang berbahan acrylic (hdpe, pe), Bus bar, Tray kabel, Socket komponen, Sock kabel

Komponen Panel: MCCB, MCB, Contactor, Relay, DC Power supply, Inverter/VSD, Transformer CT, Timer, PLC, dll..

Perlengkapan Panel: Tombol ON/OFF, Pilot lamp, Emergency Stop, Alat ukur (V,A,Watt meter), FAN (Kipas pendingin)

Kami menyediakan jasa pembuatan panel instalasi, panel distribusi, panel kontrol industri sesuai standar PUIL, SNI.

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami:

WA: 087895481191

cv_jasabangun@yahoo.com

Posted on Leave a comment

Pemasangan penangkal petir

Penangkal petir adalah perangkat yang digunakan untuk menyalurkan energy listrik yang dihasilkan dari petir menuju ke permukaan tanah, sehingga energy listrik petir tersebut bila mengenai suatu banguanan tidak merusak dan tidak membahayakan bagi benda yang dilewatinya, untuk kemanan bagi gedung dan orang disekitarnya.

Prinsip kerja penangkal petir:

Petir dengan muatan listrik negatif akan mencari titik terdekat muatan yang berlawanan yaitu muatan positif. Muatan positif pada tanah melalui grounding merambat melalui konduktor menuju ujung batang penangkal petir. Pertemuan muatan positif dan negatif mengahsilkan aliran listrik melalui konduktor dan merambat ke pentanahan.

Ada dua jenis penangkal petir:cara konvensional dan sistem radius. Pangkal sistem radius memiliki cakupan wilayah yang dilingungi lebih luas. Dan frekwensi sambaran petir sistem radius lebih banyak karena luasnya
area yang dilindungi. Sistem radius harus memiliki sistem grounding yang lebih baik dari pada sistem konvensional.
Bagian penangkal petir konvensional:
1. Batang penangkal petir
2. Kabel konduktor
3. Pembumian

1. Batang penangkal petir berupa tembaga yang ujungnya runcing berbentuk seperti tombak. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas
pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang
ada diawan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncah suatu bangunan. Ketinggian tombak atas (split) hingga 1 meter. Atau batang penangkal petir dipasang pada tiang tunggal.


Kabel Konduktor:
Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga dengan diameter 1cm – 3cm. Kabel konduktor disambungkan ke batang penangkal petir dengan cara diclamp, dibaut atau dilas sehingga sambungan kabel konduktor dan batang kuat. Pada bagian bawah kabel konduktor disambungkan dengan batang pentanahan atau grounding. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding dibagian luar bangunan. Atau dipasang sepanjang bubungan dan pinggiran atap bangunan. Kemudian melewati sudut-sudut bangunan dan turun kebawah menuju titik pembumian.

Tipe kabel adalah BC luas permukaan 25mm2, 50mm2,

Pembumian
Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam ditanah.

Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis Baja Diameter 1″, 3/4″, 1/2″ cm dan panjang sekitar 1,8 – 4 m

Pemasangan penangkal petir harus disesuaikan dengan cakupan luas area atau radius perlindungan yang sesuai yang mengacu kepada komponen air terminal yang
diperlukan.

Ketinggian instalasi penangkal petir dari bawah hingga atas permukaan Tanah juga berpengaruh pada besaran radius perlindungan dimana ketinggan dan radius berbending lurus dengan bertambahnya radius perlindungan.

Pada instalasi kabel BC yang dipasang disepanjang atap, sebaiknya dilindungi dengan menggunakan PVC selain untuk menghindari dari bahaya loncatan listrik terhadap material disekitar gedung juga untuk menghindari dari kerusakan mekanis


Instalasi penangkal petir:

Perencanaan:

Gambar atau denah sistem penangkal petir terdiri dari:

-Jumlah batang penangkal petir yang akan dipasang
-Titik pemasangan pada banguanan: Titik yang lebih tinggi
-Jalur konduktor = bumbungan hingga ke dinding bagian luar
-Titing pembumian ,

Alat dan bahan:
1. Unit splitzen kerucut (Tombak atas) =  2 unit
2. Copper road 1/2″ x 1 meter
3. Kabel BC (dia 25,50mm) panjang: 20 meter
4. Pipa conduit  : 4 batang
5. Clamp, baut pengencang (minimal tebal baut 20mm): 10 ea
6. Ground rod : diameter 1″, 3/4″ cm panjang 3-4 meter (dapat dipasang single dengan 1 ground rod atau
paralel dengan 2 pcs ground rod)

Posted on Leave a comment

Pemasangan electrode grounding

Teknik pemasangan electrode grounding dengan metode 1. single, 2.parallel 3. maximal grounding

grounding

Dari electrode grounding yang ditanam kedalam tanah selanjutnya disambungkan ke kabel conductor grounding menuju PHB (Panel hubung bagi), konduktor grounding PE selanjutnya ditarik keinstalasi kabel. Konduktor PE dijamper ke terminal grounding dan kebagian BKE seperti box metal panel, dll.

grounding-panel

Setelah grounding terpasang, dilakukan pengukuran tahanan grounding dengan menggunakan earth tester.

pengukuran-grounding

Tahanan grounding yang diterima sekecil mungkin hingga 0 ohm. range toleransi tahanan grounding 10 ohm – 0 ohm tergantung kepada tahanan jenis tanah. Untuk tanah berbatu dan berpasir tahanan maksimal yang masih dapat diperbolehkan 10 ohm.

 

 

Posted on 1 Comment

Cara praktis instalasi listrik rumah

A. Pemasangan kabel listrik, stop kontak dan saklar:

Pada bangunan baru sebaiknya pemasangan instalasi listrik dikerjakan sebelum dinding diplester.

Berikut langkah-langkah dalam pemasangan instalasi listrik:

1. Tentukan letak stopkontak pada tembok dan ketinggian stop kontak minimal 30 cm atau lebih dari lantai.

2. Pasang T dus pada dinding yang sudah ditentukan dengan cara dipaku langsung kedinding.

3. Pasang pipa conduit pada dinding, masukkan ujung pipa bagian bawah kelubang T dus sedangkan pipa bagian atas sejajar dengan ujung dinding

4. Pasang klem pada pipa agar pipa kuat dengan jarak antar klem 50cm.

5. Sebelum dinding diplester, pastikan tidak ada lobang pada pipa dan lobang
T dus diselotip untuk mencegah masuknya plesteran kedalam pipa atau T dus
sehingga dapat terjadi sumbatan yang akan menyulitkan saat penarikan kabel.
6. Setelah dinding diplester tahapan berikutnya adalah pemasangan kabel dan stop kontak.
Sambungkan kabel ke jalur utama instalasi dan masukkan kabel dari arah atas pipa conduit
sampai ke keluar T dus.

7. Pasang kabel pada kedua konektor stop kontak lalu dikencangkan sekrupnya.
Pastikan bagian api, netral dan grounding terpasang dengan benar dan tidak terbalik.

8. Masukkan box stop kontak kedalam T dus dan kencangkan kedua buah baut dari depan stop kontak agar penjepit stop kontak dapat merenggang dan menjepit dinding t dus.
Cek kelurusan box stop kontak (pastikan sejajar dan tidak miring) sebelum pengencangan.

9. Pastikan tidak ada rongga antara box stop kontak dan dinding, tambahkan sealant untuk
menutup celah atau rongga antara box stop kontak dan dinding.

10. Beberapa jenis stop kontak dipasaran dengan harga dan kualitas yang ditawarkan.
Untuk kualitas dan kemudahan pemasangan untuk standar industri direkomendasikan
menggunakan brand dari panasonic, MK (harga lebih mahal) sedangkan clipsal atau broco
memiliki harga lebih murah tetapi sulit dalam pemasangan.

Syarat lainnya:
1. Dihindari pecabangan kabel pada instalasi kabel yang ditanam didalam dinding
2. Hindari kebocoran atau kerusakan pipa karena saat pengecoran plester dapat masuk
kedalam pipa dan terjadi sumbatan yang akan menyulitkan saat penarikan kabel atau perbaikan.
3. Setiap sambungan harus dipastikan lagi diisolasi agar tidak ada rongga atau celah masuknya benda asing sehingga menyumbat jalur kabel.

Pemilihan kabel rumah:

Pemilihan kabel berdasarkan KHA (Kuat hantar arus) dan penggunanan serta pemasangan.
Tipe kabel dapat dilihat pada standar PUIL200 instalasi listrik pada gedung.

Umumnya pada instalasi rumah terdapat beberapa jenis kabel:

Untuk kabel PHB atau feeder panel menggunakan menggunakan diameter lebih besar
minimal 4mm2 (KHA =35A)
Kabel instalasi utama dari MCB ke saklar 2.5mm2 (KHA=25A)
Kabel untuk lampu dipakai 1.5mm2 (KHA 20 A)

Tipa kabel:

– NYM = kabel rumah termoplastik berselubung, dapat dipakai diatas, didalam dan dibawah plesteran juga diatas kayu. cocok untuk area kering dan lembab atau basah. harga lebih mahal dibanding NYA dan tidak tanah air
– NYA = kabel rumah termoplastik, dipasang didalam pipa dan tidak direkomendasikan untuk area lembab atau basah atau gudang dengan bahaya ledakan. Kelebihan harga lebih murah. Dapat dipakai sebagai kabel penghantar pembumian (PE)
– NYY = kabel tanah berisolasi dan berselubung termoplastik dan tahan air. harga nya lebih mahal dibanding NYM.

Warna kabel
Inti rel:
1. Instalasi perlengkapan listrik : fase R, S, T warna masing2 merah, kuning, hitam
2. Penghantar netral = biru
3. Penghantar pembumian (PE) = loreng kuning – hijau

B. Pembumian/Grounding:

Pembumian yang baik dari suatu listrik sangat kritikal dalam menjaga keamanan instalasi
listrik dari bahaya kebakaran , petir serta arus bocor.

Tahanan pentanahan adalah nilai tahanan dari konduktor grounding yang ditanamkan didalam bumi. Tahanan pentanahan harus sekecil mungkin (o ohm) dan minimal 5 ohm.

Cara pemasangan:
-Pemasangan grounding rod harus melihat kondisi tanah disekitar bangunan.

-Jika tanah berpori dan gembur maka dengan mananamkan batang pipa ground sedalam 1m
sudah bisa didapat tahanan pentanahan 5ohm dimusim kemaru atau 1 ohm dimusim hujan.

-Pada tanah yang berpasir, tanah liat yang tidak berpori, tanah berbatu untuk mendapatkan
tahanan 5ohm memerlukan beberapa titik grounding dengan kedalaman 3-5 meter dan jarak
antar titik minimal 2x panjan batang pipa (10m)

-Cara lain pemasangan grounding adalah dengan memanfaatkan instalasi baja/besi pada tiang beton rumah. Karena pada beton bertulang bagian bawah pondasi selalu menyentuh
tanah. Bagian konduktor grounding dapat disambungkan ke baja atau besi beton pada tiang
beton sehingga didapatkan tahanan pentanahan 5ohm atau kurang tergantung dari jenis Tanah dan kedalaman pondasi tanah.

-Kabel netral dapat dijumper digabungkan dengan kabel grounding pada box terminal PHB.
Pada jaringan PLN kabel netral sudah digrounding. Tetapi untuk meningkatkan keamanan terhadap tegangn sentuh (misal jika ada peralatan listrik yang isolasinya bocor) maka kabel netral tadi dapat digroundingkan lagi.

C. Penangkal petir
jika rumah 2 lantai dan tidak ada pohon dan bangunan disekitarnya lebih tinggi
dari atap rumah, sedangkan daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki tingkat curah
hujan tinggi dan sering terjadi petir seperti daerah (depok, bogor, sawangan,ciputat) maka
untuk menghindari resiko tersambar petir pada atap rumah wajib dipasang penangkal petir.
-Tahanan penangkal petir harus kecil dari 1 ohm.
-Kabel grounding penangkal petir harus terjaga selalu terpasang pada batang grounding.
Sambungan grounding agar tidak karatan apalagi terlepas dari pentanahan.

-Jika sambungan penghantar ground terlepas dari batang pentanahan akan berakibat fatal
karena energi yang besar dari sambaran petir tidak berhasil disalurkan langsung ketanah
namun akan mencari benda disekitar bangunan sehingga terjadi ledakan dan kebakaran.
D. Melakukan pengukuran tahanan isolasi kabel

Pengukuran besarnya tahanan isolasi kabel dengan menggunakan alat Megger (mega ohm metter)

Cara pakai:
megger akan meninjeksikan tegangan 1000VDC pada kabel yang akan diukur tahanan isolasinya.
Standar pengukuran:
Peraturan PUIL 2000:
Setiap tegangan 1 volt harus memiliki tahanan isolasi minimal 1 ohm.
Maka jika tegangan kerja 220-240 Volt maka tahanan isolasi minimal 240 ohm.
Jika kurang dari 240 ohm maka tahanan isolasi kabel sudah termasuk kategori bocor.
Jika tahanan isolasi 0 ohm, instalasi listrik sudah dinyatakan sebagai hubung singkat.

Kabel baru biasanya memiliki tahanan isolasi > 30 000 ohm/ 30 M ohm.
Pada kualitas kabel yang bagus setelah 25 tahun umumnya tahanan isolasi masih > 2000 ohm
E. Melakukan pengukuran tahanan pentanahan/grounding

Alat yang digunakan untuk mengukur tahanan grounding adalah dengan menggunakan  earth tester

Standar pengukuran:
Peraturan PUIL 2000:
Nilai tahanan grounding minimal 5 ohm untuk tanah ganbut atau 10 ohm untuk tanah berpasir.