Posted on Leave a comment

Tahapan proses dalam pembuatan mesin-mesin industri pengolahan

  1. Design Gambar, Gambar sebagai acuan untuk membuat equipment yang akan dibuat oleh fabricator mesin. Mencakup gambar detail per masing2 komponen mesin dan list material beserta spesifikasi yang dipakai.

  1. Proses Fabrikasi

Proses fabrikasi adalah suatu rangkaian pekerjaan dimulai dari komponen yang sudah disiapkan (sesuai list material) komponen siap dirangkai dipasang tahap demi tahap sampai menjadi sebuah perlatan atau mesin industri maupun kontruksi Didalam proses fabrikasi terjadi proses pemotongan dan penyambungan part mesin dengan cara welding/las atau pengikatan mur/baut, atau memakai paku reevet atau keling dan lainnya. Fabrikasi dilakukan pada komponen part mesin agar menjadi satu kesatuan  perlatan utuh dan untuk komponen listrik menjadi satu kesatuan pada panel kontrol, panel mesin, motor, plc,dll

Proses machining adalah sub bagian dari proses fabrikasi yaitu proses pembentukan komponen mesin dimulai dari plat atau lembaran logam menjadi komponen mesin yang diperlukan sesuai gambar design mesin. Pada proses machining terjadi proses pemotongan (cutting), pembengkokan (bending), pemboran (drilling), pembentukan, grinding penghalusan.

 

Cutting CNC                                   CNC Milling machine

3. Tahap Testing, biasanya juga disebut FAT (Factory acceptance test) setelah mesin difabrikasi dan diassembly, selanjutnya equipment ditest dan dijalankan untuk melihat performa atau kemungkinan kerusakan atau melihat bagian2 yang tidak berfungsi, Testing ini dilakukan dilokasi site fabrikasi yang juga dinamakan FAT (Factory acceptance test) dan biasanya juga dilihat oleh customer/user

  1. Trial & Commisiong, Peralatan yang sudah dites dipabrik pembuatan atau tempat fabrikasi selanjutnya dikirim ke lokasi customer/user. dan dijalankan secara percobaan (trial) dari material yang ada (wet run) ,atau tanpa ada produk (dry run) dijalankan secara terus-menerus

5. Hand over/Serah terima, Bila masih ada permasalahan, fabricator mesin harus memperbaiki kekurangan2 yang ditemukan saat trial. Apabila sudah tidak ada kendala pada equipment yang dibuat setelah proses trial dan commisiong maka mesin siap diserah terimakan ke user/customer untuk digunakan produksi.

Jenis mesin-mesin industri pengolahan dan pertambangan (mining) yang biasa kami kerjakan adalah:
1. Transportation
-Conveyor: Belt, modular,
-Bucket elevator
-Lifting conveyor
2. Handling Bulk Storage
-Mixer
-Tangki
-Silo
-Hopper
3. Heat transfer
-Boiler
-Evaporator
-HE (Heat exchanger)
4. Milling
-Hammer mill
-Ring hammer
-Shredder
5. Handling Solid material
-Screw Feeder
-Screen
-FAN and blower
-Dust Collector

Posted on Leave a comment

JASA PERAKITAN PANEL LISTRIK

Menurut kegunaan nya panel listrik terdiri dari panel instalasi, panel distribusi dan panel kontrol

  1. Panel instalasi adalah tempat penyaluran energi listrik dari sumber energi listrik atau tranfo daya ke panel pembagi (distribusi). Panel ini biasanya terpasang pada tegangan menengah (MVDP) diutilitas bangunan atau pabrik.
  2. Panel distribusi (penel pembagi) merupakan panel tempat penyaluran energi listrik langsung ke beban seperti penerangan, perangkat electronic dll
  3. Panel kontrol merupakan panel tempat penyaluran energi listrik dan kontrol signal daya listrik untuk keperluan mesin2 kontrol industri. Seperti MCC

Persyaratan dan standar yang harus dipenuhi dalam perakitan panel menurut PUIL (Pedoman Umum Instalasi Listrik):

  1. Semua penghantar, komponen harus terpasang dan tersusun rapi
  2. Semua bagian yang bertegangan harus terlindungi/terisolasi
  3. Kode dan pewarnaan kabel harus jelas dan sesuai standar
  4. Jalur input dan output kabel tidak berpotensi terjadi percikan api
  5. Box panel harus terlindungi dan digroundkan (<5 ohm)
  6. Pengikatan kabel dan komponen harus kuat dan kencang (tidak boleh longgar)
  7. Area penyimpanan harus kering tidak lembab (humidity rendah) dan sirkulasi udara baik
  8. Kabel netral dan pengroundingan harus baik
  9. Jalur kabel incoming disarankan dari bawah, bukan dari luar. Agar apabila ada air pada kabel tidak masuk kedalam kabel active.
  10. Pewarnaan kabel sesuai standar SNI (warna hitam, kuning, merah untuk phasa, Biru untuk netral dan loreng untuk ground)
  11. Grounding ke body/box panel memakai kabel kawat minimal 2.5mm.
  12. Dan masih banyak lagi syarat nya.

Wiring komponen panel dirakit sesuai drawing / line diagram dan dipasang sesuai group atau pengelompokan dengan baik.

Panel harus dirakit dengan cermat dan teliti dan dilakukan oleh orang yang berpengalaman agar pemasangan sesuai syarat PUIL dan SNI dan tidak terjadi kesalahan aliran arus daya yang dapat membahayakan peralatan.

Setelah panel dirakit harus dilakukan test dan commissioning agar berfungsi dengan baik.

Bagian2 panel terdiri dari bagian

Accessories: Box panel terbuat dari plat besi yang dicoating atau yang berbahan acrylic (hdpe, pe), Bus bar, Tray kabel, Socket komponen, Sock kabel

Komponen Panel: MCCB, MCB, Contactor, Relay, DC Power supply, Inverter/VSD, Transformer CT, Timer, PLC, dll..

Perlengkapan Panel: Tombol ON/OFF, Pilot lamp, Emergency Stop, Alat ukur (V,A,Watt meter), FAN (Kipas pendingin)

Kami menyediakan jasa pembuatan panel instalasi, panel distribusi, panel kontrol industri sesuai standar PUIL, SNI.

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami:

WA: 087895481191

cv_jasabangun@yahoo.com

Posted on 1 Comment

Pengerjaan Interior dengan HPL, Tacosheet, Duco

Interior adalah perlengkapan furniture yang digunakan untuk pajangan, memasang atau menyimpan peralatan atau barang disuatu ruangan rumah atau kantor sehingga tampilan lebih indah dan elegan. Set interior terdiri dari Pintu, Rak, Lemari, Meja, Ambalan, Kitchen Set dll

Bentuk atau design interior menentukan keindahan pada suatu ruangan. Sehingga saat ini untuk membuat perlengkapan interior memiliki banyak pilihan mulai dari bahan dasar, model, dan finishing.

Penggunaan dan penataan interior menjadi suatu seni keindahan arsitetur dalam suatu ruangan. Secara umum bahan-bahan yang digunakan untuk membuat perlengkapan interior adalah:

Bahan dasar:

  1. MULTIPLEK atau POLYWOOD, BLOCKBOARD

Bahan Finishing:

  1. HPL
  2. DECOSHEET, TACOSHEET
  3. CAT DUCO

Bahan bantu:

Terdiri dari berbagai macam aksesoris seperti handle, engsel, kaca, lighting, strip, stainless, dll

Bahan dasar Multiplek merupakan jenis kayu olahan yang kuat. Bahan dasar yang digunakan adalah kulit kayu berlapis yang dipress dengan tekanan tinggi. Multiplek memiliki ketahan terhadap air sehingga sangat cocok digunakan untuk furniture rumah seperti kitechen set, lemari, pintu, meja kantor, dll. Bahan dasar kayu yang sejenis adalah Blockboard, bedanya bloackboard terbuat dari potongan kayu yang disusun dengan rata. Bahan lainnya adalah MDF (Medium Density Fiberboard) merupakan kayu olahan yang terbuat dari serbuk kayu. Kekurangan nya material MDF kurang kuat dan tidak memiliki ketahanan terhadap air.

Bahan yang digunakan sebagai finishing untuk unit interior adalah HPL atau High Pressure Laminate merupakan bahan pelapis berbentuk lembaran yang digunakan sebagai penutup paling atas suatu furniture. HPL terbuat dari decorative paper dan resin  yang memiliki corak dan warna yang beragam seperti motif kayu, polos, warna, dll. Ketebalan HPL biasanya berkisar Antara 0.3-0.5mm. Lembaran finishing lainnya yaitu Decosheet atau Tacosheet. Pelapis ini terbuat dari bahan PVC/plastic yang lebih tipis dari HPL. Ketebalan Tacosheet berkisar 0.2mm

Cat Duco merupakan bahan finishing yang paling mahal, memiliki tampilan yang lebih elegan pilihan warna dan corak yang variative. Cat duco memiliki 2 pilihan, tampilan glossy dan doff. Pemakaian cat duco bias dengan metode semprot atau dicelup kedalam cairan cat.

Harga Bahan/Material Interior:

Perhitungan harga furniture Interior:

Harga unit set interior terpasang ditentukan per meter dan jenis finishing yang dipakai, sebagai berikut:

  1. Duco  = 2.5 jt/m2
  2. HPL  = 2.0 jt/m2
  3. Tacosheet  = 1.8 jt/m2
  4. Pintu HPL  = 1.0 jt/m2

Contoh Perhitungan pintu HPL:

Untuk pembuatan pintu HPL, rata2 tinggi pintu 2.3m lebar 0.9m, volume = 2.07, harga per m2 – 1,000,000. Harga pintu HPL = Rp. 2,070,000 (Termasuk aksesories engsel, kunci, handle pintu)

 

Contoh Perhitungan Kitchen Set HPL: Bagian kithen set terdiri dari rak atas dan rak bawah, missal panjang rak atas model kitchen set letter L adalah 3m, rata2 ketinggian 75 cm dan rata ketebalan 60cm. Volume rak atas = 3 x 0.75 = 2.25m2Rak bawah = 3 x 0.75 = 2.25m2. Total volume kitchen set = 2 x 2.25 = 4.5 m2.

Maka harga kitche set = 4.5 x 2,000,000 = Rp. 9,000,000  (Harga terpasang)

Untuk pemesanan Set Interior: Kitchen Set, Pintu HPL, Rak Baju, Rak TV, Ambalan, Meja Tamu, Meja Kantor, Rak Buku

 

Silahkan hubungi kami :

CV. JASABANGUN KONTRAKTOR

Telp: 081212500110 , WA: 087895481191

www.jasabangun.co.id, email: cv_jasabangun@yahoo.com

Office/Workshop: Jl. MT Haryono No.02, Desa Burangkeng, Setu , Bekasi, Jawa Barat

Posted on Leave a comment

Instalasi Ducting AC

Ducting AC adalah saluran untuk udara yang sudah dikondisikan/didinginkan dari AHU/Indoor AC central yang kemudian didistribusikan kesemua area suatu bangunan yang diinginkan, saluran ducting melawati bagian atas plafond atau duct bangunan.

Menurut bentuk nya Ducting terdiri dari:

  1. Square Ducting, yaitu ducting yang berbentuk segi empat (terdiri dari jenis BJLS & PU)
  2. Spiral Ducting, ducting yang berbentuk spiral seperti pipa
  3. Flexible Ducting, adalah ducting spiral yang bersifat flexible seperti slang yang bisa dibengkokkan. Terdiri dari flexible aluminum duct isolasi dan non isolasi.

 

Contoh Spiral & flexible insulation ducting:

 

Menurut bahan nya ducting terdiri dari:

  1. Ducting berbahan BJLS (Baja Lapis Seng) terbuat dari mid steel, galvanis tahan karat, yang memiliki ketebalan dari 0.4mm -1.2 mm
  2. Ducting PU (Poly Urethene), adalah bahan yang terbuat dari busa yang berlapisan aluminium foil pada permukaan nya sebagai bahan isolasi. Kelebihan bahan PU sebagai bahan ducting antara lain: kemudahan dalam memasang, memotong, dan dibentuk dan dapat ditekuk 90 derajat seperti elbow, bahan lebih ringan, insulation lebih baik dan lebih efisien dalam mengurangi heat loss dan lebih baik dalam meredam noise.
  3. Stainless steel
  4. Insulated panel, dll

Contoh PU ducting

Bagian aksesoris ducting cukup banyak umumnya, terdiri dari insulation (Jacketing glasswool, Aluminium foil), support gantungan terdiri dari behel, siku, flendes, Alat sambungan Flange, Tee connector, Invisible flange, Bayonet, Covering angel, H Flange, F Flange, Lem, Duct Tape, Sealant, Alumunium tape, Ball joint dll.

Cara penyambungan PU:

Lembaran PU disambungkan dengan Flange (Invisible flange, F flange), bila pakai invisible flange penyambung menggunakan bayonet. Selanjut nya bagian sambungan diberi lem dan tape sehingga tidak ada celah udara yang bocor. Untuk memperkuat ditambahkan siku pada sisi sambungan.

Ukuran atau dimensi ducting ditentukan dari perhitungan volume udara yang disupply (CFM: Cubic Feet Minute) dan Kapasitas AC dari perhitungan design HVAC.

Contoh design ukuran ducting & diffuser:

Contoh gambar kombinasi ducting (Square dan spril, flexible duct)

Pada bagian ujung supply dipasang supply air Diffuser yang dapat berbentuk square/segi empat, Linear/Bar grill dan round/bulat. Ukuran dari diffuser ditentukan dari volume udara yang disebarkan ke ruangan (CFM)

Contoh diffuser (square, round, bar)

Berikut table permilihan diffuser dengan parameter CFM, noise dan static pressure.

Perhitungan biaya pembuatan ducting AC:

Biaya pembuatan ducting ditentukan dari ukuran dan Panjang ducting yang akan dibuat. Biasanya dihitung M2.

Contoh bila untuk membuat ducting dengan dimensi lebar 100cm, tinggi 50 cm total Panjang 20 m. Maka total volume ducting sebesar:

  • Vol Ducting = (1+0.5) x 2 x 20 = 60 M2.
  • Misalkan biaya perimeter Rp 500 000 per M2 termasuk ongkos+bahan. Maka biaya yang diperlukan untuk instalasi ducting sebesar = Rp. 500 000 x 60 = Rp. 30 jt
  • Misal biaya jasa per meter Rp 60 000 per M2, maka biaya jasa pemasangan = Rp. 60 000 x 60 = 3,6 jt

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan ducting:

  1. Ukuran/diameter ducting
  2. Jumlah titik distribusi /Difuser
  3. Sistem isolasi (heat insulation)
  4. Kebocoran saluran ducting
  5. Friction, heat loss
  6. Getaran/noise saat dijalankan
  7. Estetika atau penampilan

Posted on Leave a comment

Memasang Kusen Aluminium

Penggunaan Kusen Aluminium sebagai pengganti kusen kayu cukup marak karena kusen aluminium memiliki banyak keunggulan antara lain harga, ketersediaan bahan, jenis, tidak memuai, tahan rayap jamur, tidak lapuk, kuat, praktis dalam pemasangan, perbaikan murah, model lebih modern, mudah dibersihkan, dapat dibuat motif warna kayu, dll.

    

  • Merk kusen dipasaran: YKK, Alexindo, Alcan, Alco, Aluprima, dll
  • Ketebalan aluminium : 05-08 mm
  • Lebar aluminium: 3” – 4 “
  • Profil Aluminium: Openback, Profil M, Profil Z, Ceklokan, Tutup openback, Tutup Z

Keistimewaan nya profil-profil aluminium ini dapat disatukan satu dengan lainnya, sehingga dapat dibentuk menjadi yang kita inginkan sebagai dudukan, kuncian daun pintu/jendela dll.

Contoh penyambungan profil :

-Openback dengan Tutup openblack dan tutup Z

-Profil M dengan tutup openblack dan tutup Z

-Profil Z dengan tutup openblack dan ceklokan dan Profil Z dengan tutup Z dan ceklokan

Cara pemasangan kusen aluminium:

Bahan: Profil aluminium sesuai merk, ketebalan dan lebar (3”, 4”) dan Sealant

Alat kerja: Mesin bor, Mesin potong Aluminium, fischer, sekrup, rivet, Tang, Sealant gun

  1. Persiapan
  • Siapkan openingan/bukaan dinding yang sudah diplester dan acia dan ukuran yang sudah disesuaikan
  • Buat lobang pada dinding dengan bor untuk dipasang pischer baut minimal jarak 3cm, supaya dudukan kokoh dan tidak goyang saat sudah terpasang.
  1. Fabrikasi Aluminium
  • Potong panjang aluminium sesuai ukuran dan kebutuhan
  • Sambungan aluminium menggunakan spigot
  • Penyambungan antar profil
  1. Pemasangan
  • Rangka aluminium yang sudah difabrikasi selanjut nya dipasang pada dinding openingan yang sudah disiapkan.
  • Skrup rangka ke dinding agar rangka didak goyang
  • Pasang bagian2 jendela, pintu. Setelah jendela terpasang selanjut nya penyambungan dengan profil aluminium open back
  • Lobangi untuk posisi engsel dan kuncian pintu
  • Sealant bagian celah antara rangka dan dinding
  • Pasang list karet pada bukaan alumuminium agar saat buka tutup aluminum tidak gores.

Posted on Leave a comment

Instalasi alat fire safety digedung

Alat proteksi kebakaran aktif
Adalah peralatan yang disediakan untuk memadamkan api saat terjadi nya kebakaran, alat ini terdiri dari (Apar, Heat/smoke detector, Springkel, Hydrant, Pressurized Fan)

1. APAR
Alat Pemadam Api Ringan (Fire Extinguisher) digunakan untuk memadamkan api skala kecil. Apar terdiri dari tabung bertekanan yang berisi cairan CO2, Foam, Dry powder, air) . Cara penggunaan apar seperti gambar dibawah:apar

2. HEAT DETECTOR, SMOKE DETECTOR

Smoke detector akan aktif ketika mendeteksi  kepulan asap kebakaran yang masuk kedalam chamber dengan density asap melebihi nilai ambang batas (threshold) settingan sedangkan heat detector terdiri dari sensor temperature (panas) dimana akan mengaktifkan alarm jika mendeteksi panas yang diluar ambang batas (threshold).

3. SISTEM  HYDRANT
Secara umum, sistem hydrant bekerja dengan memompakan air dari sumber air (tandon air) ke sistem atau lokasi terjadinya kebakaran. Hydrant terdiri dari 3 pompa (jockey pump, electric pump, diesel pump). Jockey pump bekerja dengan mempertahankan tekanan disaluran pipa hydrant, tekanan pada saluran diatur pada tingkat tertentu. Untuk pengamanan tekanan berlebih safey valve dipasang untuk membypass saluran air kembali ke sumber saat terjadi tekanan lebih. Ketika terjadi kebakaran yang ditandai dengan pecah nya sensor atau bulb springkler sehingga air keluar, maka jockey pump bekerja untuk mempertahankan tekanan pada saluran, ketika jockey pump tidak  dapat mengatasi tekanan maka electric pump akan bekerja untuk membantu, jika electric pump masih belum mampu untuk menstabilkan tekanan atau eletric pump berhenti ketika supply listrik mati sehingga secara otomatis diesel pump akan bekerja memompakan air ke arah posisi kebakaran untuk memadamkan api.

Instalasi pemipaan sistem hydrant terpasang disekitar bangunan, untuk intalasi pipa air springkel dipasang diatas platfon setiap jarak 3-5 meter. Tekanan air pada springkel berkisar antara 1 – 3 bar. Dan instalasi pemipaan untuk hydrant box, siemense, hydrant pillar terletak setiap lantai bangunan pada posisi taman, rest area, parkir, dll.dydrant

Sentral hydrant yang diletakkan dilokasi khusus.pompa-hydrant

 

 

Springkel (tekanan 1 – 2 Bar)

springkel 

4. Pressurized Fan

Yaitu fan atau baling-baling angin yang memiliki tekanan positif, sehingga kepulan asap dapat didorong atau memberikan udara segar pada area yang dipasang. Umumnya dipasang pada tangga darurat, jalur evakuasi, lokasi assembly point (titik berkumpul jika terjadi keadaan darurat)

 

4. Alat komunikasi darurat bahaya
Yaitu peralatan yang digunakan sebagai komunikasi atau informasi yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi nya bahaya atau kebakaran. Terdiri dari:
1. Alarm kebakaran / sirine/ bell
2. HT
3. Control room

5. Sarana Evakuasi
Yaitu segala sarana yang diperlukan saat dilakukan proses evakuasi untuk menghindari orang lain dari sumber bahaya. Terdiri dari:

1. Emergency Light, Exit / Lampu darurat, petunjuk arah jalan atau keluar (exit). Syarat emergency light, jalur evakuasi atau exit harus dapat berfungsi dan dicek secara rutin, power/battery harus dapat berfungsi

2. Emergency door / pintu darurat
Emergency door harus memiliki warna yang khusus, terpasang tulisan exit dan alarm. Hanya dapat dibuka satu arah menuju area exit (untuk menghindari masuknya bahaya, api, asap). Pintu harus tahan api dan akses menuju pintu darurat tidak terhalang

pintu-darurat

 

Sensor Alarm emergeny door akan aktif ketika dibuka

3. Emergency stairs/ tangga darurat

Tangga darurat ada yang dipasang diluar gedung atau didalam bangunan gedung yang harus memenuhi persyaratan berikut:
Tangga darurat memiliki ventilasi atau pressured fan untuk membuang asap. Pintu menuju tangga darurat tidak boleh dikunci dan tertutup agar asap tidak masuk. Tangga harus bebas dari halangan: contoh tidak boleh digunakan untuk
menyimpan barang, tempat gudang, dll

Contoh tangga darurat diluar gedung:

tangga-darurat-luar-gedung

4. Emergency lift /
Emergency lift harus memiliki sumber daya listrik dari supply listrik darurat (genset, UPS)

Lift yang digunakan saat terjadinya kebakaran, Lift tidak boleh dipakai saat terjadi bahaya kebakaran karena sistem kelistrikan lift tersebut disupply dari jalur PLN. Saat terjadi kebakaran jika supply listrik terputus maka akan dapat mengakibatkan lift macet.

Posted on Leave a comment

Pemasangan ACP panel sebagai exterior bangunan

ACP adalah Aluminium Composite Panel yang digunakan sebagai exterior dan bahan finishing pada bangunan yang memiliki keunggulan antara lain:

  1. ACP terbuat dari lapisan aluminium yang tidak mudah berkarat, layer bonding, epoxy, coating
  2. Terdiri dari berlapis-lapis cat (coating powder) sehingga lapisan cat lebih awet hingga puluhan tahun
  3. Bahan ringan, mudah dibentuk sesuai dengan pola dan model

ACP sering dijumpai pada gedung-gedung seperti Apartment, Rumah Sakit, Mall, Kantor, SPBU, Bank, Ruko, dll.

Bagian ACP:

Cara pemasangan ACP sebagai exterior bangunan

  1. Persiapan

-Bagian dinding bangunan minimal sudah diplester dan pada beton sudah dapat digunakan untuk dipasang dynabolt sebagai pemaku rangka pada dinding

-Marking, marking area dinding dan sesuaikan dengan ukuran ACP yang akan dipasang. Marking juga berfungsi pedoman tempat posisi rangka ditempatkan.

 

  1. Pembuatan Rangka ACP

-Rangka ACP terbuat dari Aluminium atau menggunakan rangka hollow 40×40

-Bagian rangka dipasang plat siku dan dikunci kebagian dinding dengan dynabolt

-Bagian antar rangka dapat disambung satu sama lain dengan pengelasan atau dengan diskrup

-Rangka ACP dapat difabrikasi terlebih dahulu menjadi rangkaian rangka yang sudah disambung-sambung atau disebut bracket kemudian secara sekaligus dipasang pada dinding bangunan

  1. Fabrikasi ACP

-Persiapan lembaran ACP, merk ACP yang ada dipasaran antara lain: Seven, Alucobond, Alumetal, Alumebond, Maco, Alustar, Luminate, dll.

-Potong lembaran ACP mengacu kepada jarak dan ukuran rangka hollow. Dimana lembar ACP dipotong melebihi 4 cm dari rangka. Misal untuk rangka 60x60cm maka lembar ACP yang dipotong menjadi 64x64cm. Dimaksudkan supaya sisa 4 cm digunakan untuk ditekuk atau dilipat sehingga ACP berbentuk sebuah kotak.

-Proses Routing yaitu dengan me routing atau memangkas lapisan logam/aluminium pada ACP sehingga mudah untuk menekuk bagian ujung (4cm) sebanyak 90 deg.

-Lipat bagian ACP sehingga membentuk kotak, dan gunakan potongan siku untuk mengikat lipatan menggunakan paku rivet.

– Pasang 2 buah bracket / plat siku pada 2 sisi lembar ACP sehingga terdapat 8 buah bracket atau plat siku yang akan dibaut atau dikunci ke rangka hollow.

  

 

  1. Pemasangan ACP pada rangka

-Persiapkan alat bantu seperti  mesin bor, mata bor/baut dan sekrup. Gunakan material sekrup yang terbuat dari logm kuat dan tidak mudah berkarat.

-Pasang lembaran ACP yang sudah disiapkan pada rangka dengan mengunci dibagian bracket ACP ke rangka.

-Pasang lembar berikut nya dengan cara yang sama sehingga semua bagian ACP terpasang pada rangka

-Sealant bagian celah antar ACP agar saling mengikat dan mencegah air masuk ke sisi dalam rangka acp dan dinding bangunan.

 

 

Contoh ACP panel yang sudah terpasang:

     

Posted on Leave a comment

Prosedur operasi crane

SOP Mengoprasikan Crane:

Crane merupakan alat kerja angkat yang memiliki tingkat resiko yang tinggi Karena berfungsi mengangkat dan memindahkan beban-beban berat berupa benda2 kontruksi, baja, beton, dan alat mobilisasi lainya.

SOP (Standar Operasioanl Prosedur) digunakan untuk memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar yang berlaku. Dan memastikan pengoperasian nya aman pekerja disekitar nya dan benda yang diangkat.

Standar ini ditetapkan oleh lembaga terdiri dari:

  • ANSI: American National Standard Institute
  • CMAA: Crane Manufacturer Association of America
  • CSA: Canadian Standards Association
  • OHSA: Occupational Safety & Health Administration
  • DEPNAKERTRANS: Peraturan Mentri Tenaga Kerja tentang Pesawat Angkat dan Angkut

Pengoperasian crane terdiri dari:

  • Mobilisasi ke lokasi kerja/site
  • Persiapan Operasi
  • Menghidupkan
  • Menjalankan/Pembebanan
  • Mematikan/Stop

Prosedur saat proses pengoperasian crane:

  1. Persiapan operasi:
  • Lakukan pengecekan/pemeriksaan terhadap komponen pengangkatan seperti: wire rope/sling, rem,  motor, alarm dan kontrol, drum, block hoist, hook block, kedudukan crane, kondisi lokasi area yang dapat mengganggu dan menimbulkan bahaya.
  • Sterilisasi lokasi kerja dari pergerakan orang atau kendaraan lainnya.
  • Lakukan pengecekan menyeluruh sesuai checklist kerja (Lembar Ijin Operasi Crane)

 

  1. Pada saat pengangkatan beban bila ada indikasi terjadi drift, maka segera hentikan operasi dan lakukan perbaikan/penyetelan brake/rem nya atau lakukan plugging
  2. Kecepatan harus dalam batas rate kecepatan yang diperkenankan. Bila kecepatan maksimal akan berpengaruh kepada komponen motor/resistor lebih cepat panas
  3. Peralatan alarm harus difungsikan (ON) saat crane bergerak untuk memberikan peringatan kepada orang disekitarnya saat crane melakukan pekerjaan
  4. Dilarang membebani crane melebihi kapasitas maksimum
  5. Pengangkatan beban harus tegak lurus/vertikal dan memindahkan beban mendatar/horizontal
  6. Dilarang memindahkan beban dengan posisi hoist wire rope miring atau diseret dengan gerakan swing
  7. Dilarang keras menarik beban dari posisi samping. Praktek demikian akan menyebabkan beban terayun sehingga beban dapat terlepas dari ikatannya dan terjatuh. Cara ini juga dapat menyebabkan wire rope menumpuk pada drum.
  8. Pengangkatan beban harus dilakukan secara perlahan-lahan untuk menghindari tertumpuknya hoist wire rope pada drum.
  9. Crane harus dioperasikan oleh orang yang sudah beri autoritas, sudah ditraning dan memiliki lisensi.

  1. Jangan lakukan pengangkatan beban yang labil (tidak aman). Perbaiki dulu stabilitas beban. Gunakan tali tambera untuk mengontrol beban yang panjang dan lebar tipis (lebaran plat baja)
  2. Periksa kawat sling sebelum digunakan
  3. Harus ada signal man yang memberi aba-aba dan hanya boleh diberikan oleh satu orang. Jika keadaan darurat setiap orang boleh memberikan aba-aba agar crane dihentikan (stop)

    

  1. Hindari menurunkan Hook Block hingga titik terendah (ujung TKB mati pada drum terlampui). Sisakan minimal dua lingkar tali kawat baja pada drum agar arah turun/naik system hoist sesuai dengan yang ada didalam system kendali.
  2. Jika Hook Block diturunkan terlalu jauh dan TKB mulai menggulung kearah putaran yang berlawanan, STOP SEGERA. Pastikan gulungan sesuai arah yang benar dengan lever kontrolnya.
  3. Hindari mengangkat beban panas diatas orang atau disampingnya
  4. Untuk magnet crane, dilarang mengangkat beban diatas orang dan peralatan lain. Karena jika listrik tiba-tiba mati dengan sendirinya beban lepas sehinggga dapat menimpa orang dibawahnya.
  5. Dilarang menggunakan bumper sebagai rem/brake. Jangan mengentikan crane dengan benturan
  6. Pastikan gigi pada penjepit masih layak pakai dan tidak tumpul. Gigi yang tumpul dapat menyebabkan beban terlepas dari jepitan
  7. Seluruh overhead crane harus dilengkapi APAR.

  1. Rated capacity harus tertera pada OHC atau Trolley. Dilarang mengangkat beban melebihi kapasitas beban. Batas aman (medium risk) tingkat beban dibawah 75% dari capcity crane.

    

  1. Memasang tanda bahaya dan LOTO saat perbaikan crane.

Posted on Leave a comment

Memasang granit dengan baik dan benar

Granit merupakan salah satu bahan finishing yang dipakai pada bangunan untuk lantai atau dinding bangunan. Granit memiliki keunggulan antara lain tahan/kuat, mengkilap, presisi sudut pertemuan antar granit lebih kecil rapi, dan memiliki ukuran lebih besar dibanding keramik.
Langkah-langkah dalam pemasangan granit:
  1. Menentukan tipe, ukuran dan motif granit yang akan digunakan
  2. Mengukur dan menentukan ketinggian lantai granit. Dengan mengacu kepada kusen/pintu dan menentukan ketiggian lantai (titik nol) dari pintu. Tandai bagian titik dasar yang akan menjadi posisi ketinggian keramik pada dinding bangunan.
  3. Untuk mendapatkan ketinggian yang sama pada setiap sisi dinding yang akan ditandai gunakan selang timbang dan tandai/garis pada dinding. Paku pada dinding yang sudah ditandai dan selanjut nya tarik benang sesuai ketinggian yang sudah ditandai.
  4. Tentukan garis tengah ruangan, dengan membagi ruangan menjadi dua bagian untuk mendapatkan siku dan sudut ruangan. Karena memasang granit dimulai dari tengah-tengah ruangan kemudian dilanjutkan kearah pinggir tembok.
  5. Cor lantai kerja dengan rata agar memudahkan pada saat pemasangan granit.
  6. Siapkan perekat yang terdiri dari adonan semen pasir (1:3), adonan tidak boleh terlalu basah agar tidak turun saat lantai kering dan juga tidak boleh kering sehingga lantai tidak gopong.
  7. Siapkan acian kental sebagai perekat untuk dipoles pada bagian bawah keramik
  8. Pasang granit mulai dari tengah ruangan dan dilanjutkan kearah pinggi tembok.
  9. Terkadang harus ada pemotongan granit, maka disiapkan gerinda potong keramik untuk mendapatkan ukuran pinggir yang sejajar dan sesuai.
  10. Cek kualitas hasil pemasangan, pasangan antar keramik tidak boleh ada gap atau tidak rata. Demikian juga cek level dan ketinggian atau elevasi lantai jika diperlukan ada nya kemiringan. Dapat menggunakan waterpass.
  11. Setelah selesai pemasangan, bersihkan kotoran dan sisa adukan yang menempel biarkan selama beberapa hari (4-5 hari) dan selama pengeringan granit belum boleh dipakai untuk menahan beban.
  12. Pasang nat pada celah granit sehingga rata.
  13. Lakukan pembersihan dan pengepelan sehingga granit terlihat mengkilap.
 

Posted on Leave a comment

TAHAPAN PEMBUATAN JALAN ASPHALT

Jalan asphalt terdiri dari bermacam lapisan atau layer yaitu:

-Sub base layer (Pondasi/coran) – Base course layer (Asphalt treat base-ATB) – Coarse layer (Asphalt hotmix)

Berikut adalah tahapan pada saat pembuatan jalan asphalt hotmix:

 

  1. Pemetaan jalan

Ini adalah tahap awal pada perencaan jalan asphalt dimana dilakukan pengukuran badan jalan, lebar jalan, ketinggian dan elevasi jala diukur sesuai dengan rencana jalan asphalt yang akan dibuat.

  1. Clearing & Grubbing

Proses ini membersihkan area jalan yang akan dibuat dari pohon, sampah atau benda lainnya yang menghalangi sehingga lahan dibebaskan dan siap untuk didibentuk

  1. Stripping

Pada tahap ini ukuran jalan, elevasi serta ketinggian disesuaikan sehingga pada proses ini lahan digali atau diurug sehingga mendapatkan elevasi atau ketinggian yang diinginkan. Alat yang digunakan untuk mengukur level dan elevasi tanah adalah theodolite.

  1. Sub grade

Sebelum dipasang pondasi bawah, tanah dipadatkan dahulu dengan menggunakan bulldozer atau vibrator roller.

  1. Sub base course

Setelah tanah dipadatkan, selanjutnya dihampar material pondasi bawah jalan berupa batu kali atau limestone dan diratakan dengan mesin tamdem roller.

  1. Base coarse

Pada tahap ini ditambahkan prime coat untuk mengikat antara lapisan dasar dan ATB (Asphalt treated base).

  1. Hotmix wearing coarse (Lapisan atas ATB)

Material asphalt jenis ATB (Asphalt Treated Base) atau asphalt kasar dihamparkan dengan mesin finisher lalu dipadatkan dengan mesin tandem roller. Setelah itu ditambahkan cor tack coat yaitu lem perekat antara ATB dengan asphalt hotmix.

   ATB

 Proses cor tack coat sebelum diberi lapisan asphalt hotmix

  1. Surface coarse

Pada tahap ini lapisan akhir asphalt berupa Asphalt hotmix atau asphalt halus dihamparkan menggunakan mesin finisher lalu dipadatkan menggunakan mesin roller. Untuk ukuran kecil menggunakan mini roller.

   Texture partakel Asphalt hotmix yang lebih halus

  1. Finishing

Pekerjaan finishing jalan asphalt dilakukan pemadatan dan perataan jalan dengan menggunakan roller pneumatic atau hidrolik.