Kualitas Udara Ruangan (Clean Room Design) Pada Sistem HVAC

Untuk mendesign sistem udara/HVAC pada rumah sakit, ruangan laboratorium, farmasi atau pabrik makanan memerlukan perhatian khusus dengan berpedoman yang disyaratkan pada ISO/FDA/KEMENKES/GMP untuk perancangan Tata Udara nya. Kualitas udara harus terjamin hygine dan kesehatan nya dan tidak mengandung partikel berbahaya seperti Bakteri, virus, mikroorganisme yang berada di udara (airborne microorganism), jamur, dan sumber-sumber penyakit lainnya yang dapat menular merupakan hal yang harus menjadi perhatian dalam sistem tata udara. Belum lagi, bahan kimia yang berbahaya (misalnya gas anestesi atau di laboratorium), bahan-bahan radioaktif

Standar penentuan kualitas udara ditentukan oleh:
1. Air flow – Turbulen atau laminar
2. Temperature : disesuaikan temperature pemakai
3. Relative Humidity (RH): untuk standar high care area : 50-55%
4. Pressure difference: Positive & Negative
5. Kebersihan dengan cara filtrasi dan udara ventilasinya; Tipe filtration: Eurovent 5-7
6. Sirkulasi & Distribusi udara, Jumlah pertukaran udara: 6-8 dengan 85% recirculation

Tipe filter udara:

  1. Pre Filter (menyaring partikel udara 100 mikron)
  2. Medium Filter (menyaring partikel udara hingga 1-10 mikron)
  3. Hepa Filter, penggunaan filter HEPA yang mempunyaitest filter Dioctyl phthalate (DOP) dengan effisiensi penyaringan 99,97% di area tertentu menyaring udara higga 0,1 mikron. Dimana untuk bacteri dapat difilter-ASHRAE Standar 52.1)
  4. Ultra Filter (ULPA)

Berikut tabel pemilihan filter udara ruangan pada rumah sakit

Aliran udara / inlet supply udara

Mengikuti Aliran udara pada clean room, maka untuk ruangan aliran udara ini harus secara Laminar/directional.

Tekanan udara / Air pressure antar ruangan

Perbedaan tekanan antar ruang fungsi tertentu dengan ruang disebelahnya harus direncanakan dengan benar untuk menghindari adanya migrasi dari sumber penyakit atau bahan-bahan berbahaya yang dapat dihirup oleh penghuni, mencegah infiltrasi udara yang kurang bersih ke dalam ruangan yang lebih bersih, sehingga diusahakan ruangan lebih bersih, tekanan udaranya juga lebih tinggi dibandingkan dengan ruangan kurang bersih.

Berikut diagram tekanan udara antar ruangan ( KEMENKES- Pedoman teknis Tata Udara Rumah Sakit)

Point 2 Perawatan dan Pemiliharaan Rutin Sistem HVAC AHU:

Kegiatan pemeliharaan rutin mencakup:
(1) Pembersihan/pencucian/penggantian filter udara di Air Handling Unit (AHU) dan
atau Fan Coil Unit (FCU) di tiap lantai.
(2) Pembersih/pencucian cooling coil di Air Handling Unit dan atau Fan Coil Unit di
tiap lantai
(3) Pembersihan/pencucian finned tube air cooled condenser.
(4) Pembersihan dan pelumasan bearing semua motor listrik
(5) Pemeriksaan dan pengencangan V-belt motor fan AHU/FCU
(6) Pemeriksaan dan pengencangan baut-baut terutama pada tempat-tempat yang
menimbulkan getaran, misalnya condensing unit, dudukan AHU/FCU, Tata
Udara, Exhaust Fan dsb.
(7) Pembersihan komponen-komponen listrik didalam panel control.
(8) Pemeriksaan, penambahan/penggantian oli kompressor.
(9) Pemeriksaan/penambahan refrijeran.
(10) Pemeriksaan dan penggantian silica gel filter drier.
(11) Pemeriksaan fungsi alat ukur meliputi :
(a) thermometer, pressure gage pada chiller water system
(b) pressure pada instalasi pipa refrijeran
(c) thermostat, hygrometer didalam ruangan.
(12) Pemeriksaan alat ukur tegangan, ampere pada panel listrik
(13) Pemeriksaan fungsi peralatan elektronik pada mesin pendingin.
(14) Pemeriksaan fungsi pompa chiller water.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *