Posted on Leave a comment

Instalasi Ducting AC

Ducting AC adalah saluran untuk udara yang sudah dikondisikan/didinginkan dari AHU/Indoor AC central yang kemudian didistribusikan kesemua area suatu bangunan yang diinginkan, saluran ducting melawati bagian atas plafond atau duct bangunan.

Menurut bentuk nya Ducting terdiri dari:

  1. Square Ducting, yaitu ducting yang berbentuk segi empat (terdiri dari jenis BJLS & PU)
  2. Spiral Ducting, ducting yang berbentuk spiral seperti pipa
  3. Flexible Ducting, adalah ducting spiral yang bersifat flexible seperti slang yang bisa dibengkokkan. Terdiri dari flexible aluminum duct isolasi dan non isolasi.

 

Contoh Spiral & flexible insulation ducting:

 

Menurut bahan nya ducting terdiri dari:

  1. Ducting berbahan BJLS (Baja Lapis Seng) terbuat dari mid steel, galvanis tahan karat, yang memiliki ketebalan dari 0.4mm -1.2 mm
  2. Ducting PU (Poly Urethene), adalah bahan yang terbuat dari busa yang berlapisan aluminium foil pada permukaan nya sebagai bahan isolasi. Kelebihan bahan PU sebagai bahan ducting antara lain: kemudahan dalam memasang, memotong, dan dibentuk dan dapat ditekuk 90 derajat seperti elbow, bahan lebih ringan, insulation lebih baik dan lebih efisien dalam mengurangi heat loss dan lebih baik dalam meredam noise.
  3. Stainless steel
  4. Insulated panel, dll

Contoh PU ducting

Bagian aksesoris ducting cukup banyak umumnya, terdiri dari insulation (Jacketing glasswool, Aluminium foil), support gantungan terdiri dari behel, siku, flendes, Alat sambungan Flange, Tee connector, Invisible flange, Bayonet, Covering angel, H Flange, F Flange, Lem, Duct Tape, Sealant, Alumunium tape, Ball joint dll.

Cara penyambungan PU:

Lembaran PU disambungkan dengan Flange (Invisible flange, F flange), bila pakai invisible flange penyambung menggunakan bayonet. Selanjut nya bagian sambungan diberi lem dan tape sehingga tidak ada celah udara yang bocor. Untuk memperkuat ditambahkan siku pada sisi sambungan.

Ukuran atau dimensi ducting ditentukan dari perhitungan volume udara yang disupply (CFM: Cubic Feet Minute) dan Kapasitas AC dari perhitungan design HVAC.

Contoh design ukuran ducting & diffuser:

Contoh gambar kombinasi ducting (Square dan spril, flexible duct)

Pada bagian ujung supply dipasang supply air Diffuser yang dapat berbentuk square/segi empat, Linear/Bar grill dan round/bulat. Ukuran dari diffuser ditentukan dari volume udara yang disebarkan ke ruangan (CFM)

Contoh diffuser (square, round, bar)

Berikut table permilihan diffuser dengan parameter CFM, noise dan static pressure.

Perhitungan biaya pembuatan ducting AC:

Biaya pembuatan ducting ditentukan dari ukuran dan Panjang ducting yang akan dibuat. Biasanya dihitung M2.

Contoh bila untuk membuat ducting dengan dimensi lebar 100cm, tinggi 50 cm total Panjang 20 m. Maka total volume ducting sebesar:

  • Vol Ducting = (1+0.5) x 2 x 20 = 60 M2.
  • Misalkan biaya perimeter Rp 500 000 per M2 termasuk ongkos+bahan. Maka biaya yang diperlukan untuk instalasi ducting sebesar = Rp. 500 000 x 60 = Rp. 30 jt
  • Misal biaya jasa per meter Rp 60 000 per M2, maka biaya jasa pemasangan = Rp. 60 000 x 60 = 3,6 jt

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan ducting:

  1. Ukuran/diameter ducting
  2. Jumlah titik distribusi /Difuser
  3. Sistem isolasi (heat insulation)
  4. Kebocoran saluran ducting
  5. Friction, heat loss
  6. Getaran/noise saat dijalankan
  7. Estetika atau penampilan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *