Posted on Leave a comment

Memasang Kusen Aluminium

Penggunaan Kusen Aluminium sebagai pengganti kusen kayu cukup marak karena kusen aluminium memiliki banyak keunggulan antara lain harga, ketersediaan bahan, jenis, tidak memuai, tahan rayap jamur, tidak lapuk, kuat, praktis dalam pemasangan, perbaikan murah, model lebih modern, mudah dibersihkan, dapat dibuat motif warna kayu, dll.

    

  • Merk kusen dipasaran: YKK, Alexindo, Alcan, Alco, Aluprima, dll
  • Ketebalan aluminium : 05-08 mm
  • Lebar aluminium: 3” – 4 “
  • Profil Aluminium: Openback, Profil M, Profil Z, Ceklokan, Tutup openback, Tutup Z

Keistimewaan nya profil-profil aluminium ini dapat disatukan satu dengan lainnya, sehingga dapat dibentuk menjadi yang kita inginkan sebagai dudukan, kuncian daun pintu/jendela dll.

Contoh penyambungan profil :

-Openback dengan Tutup openblack dan tutup Z

-Profil M dengan tutup openblack dan tutup Z

-Profil Z dengan tutup openblack dan ceklokan dan Profil Z dengan tutup Z dan ceklokan

Cara pemasangan kusen aluminium:

Bahan: Profil aluminium sesuai merk, ketebalan dan lebar (3”, 4”) dan Sealant

Alat kerja: Mesin bor, Mesin potong Aluminium, fischer, sekrup, rivet, Tang, Sealant gun

  1. Persiapan
  • Siapkan openingan/bukaan dinding yang sudah diplester dan acia dan ukuran yang sudah disesuaikan
  • Buat lobang pada dinding dengan bor untuk dipasang pischer baut minimal jarak 3cm, supaya dudukan kokoh dan tidak goyang saat sudah terpasang.
  1. Fabrikasi Aluminium
  • Potong panjang aluminium sesuai ukuran dan kebutuhan
  • Sambungan aluminium menggunakan spigot
  • Penyambungan antar profil
  1. Pemasangan
  • Rangka aluminium yang sudah difabrikasi selanjut nya dipasang pada dinding openingan yang sudah disiapkan.
  • Skrup rangka ke dinding agar rangka didak goyang
  • Pasang bagian2 jendela, pintu. Setelah jendela terpasang selanjut nya penyambungan dengan profil aluminium open back
  • Lobangi untuk posisi engsel dan kuncian pintu
  • Sealant bagian celah antara rangka dan dinding
  • Pasang list karet pada bukaan alumuminium agar saat buka tutup aluminum tidak gores.

Posted on Leave a comment

Instalasi alat fire safety digedung

Alat proteksi kebakaran aktif
Adalah peralatan yang disediakan untuk memadamkan api saat terjadi nya kebakaran, alat ini terdiri dari (Apar, Heat/smoke detector, Springkel, Hydrant, Pressurized Fan)

1. APAR
Alat Pemadam Api Ringan (Fire Extinguisher) digunakan untuk memadamkan api skala kecil. Apar terdiri dari tabung bertekanan yang berisi cairan CO2, Foam, Dry powder, air) . Cara penggunaan apar seperti gambar dibawah:apar

2. HEAT DETECTOR, SMOKE DETECTOR

Smoke detector akan aktif ketika mendeteksi  kepulan asap kebakaran yang masuk kedalam chamber dengan density asap melebihi nilai ambang batas (threshold) settingan sedangkan heat detector terdiri dari sensor temperature (panas) dimana akan mengaktifkan alarm jika mendeteksi panas yang diluar ambang batas (threshold).

3. SISTEM  HYDRANT
Secara umum, sistem hydrant bekerja dengan memompakan air dari sumber air (tandon air) ke sistem atau lokasi terjadinya kebakaran. Hydrant terdiri dari 3 pompa (jockey pump, electric pump, diesel pump). Jockey pump bekerja dengan mempertahankan tekanan disaluran pipa hydrant, tekanan pada saluran diatur pada tingkat tertentu. Untuk pengamanan tekanan berlebih safey valve dipasang untuk membypass saluran air kembali ke sumber saat terjadi tekanan lebih. Ketika terjadi kebakaran yang ditandai dengan pecah nya sensor atau bulb springkler sehingga air keluar, maka jockey pump bekerja untuk mempertahankan tekanan pada saluran, ketika jockey pump tidak  dapat mengatasi tekanan maka electric pump akan bekerja untuk membantu, jika electric pump masih belum mampu untuk menstabilkan tekanan atau eletric pump berhenti ketika supply listrik mati sehingga secara otomatis diesel pump akan bekerja memompakan air ke arah posisi kebakaran untuk memadamkan api.

Instalasi pemipaan sistem hydrant terpasang disekitar bangunan, untuk intalasi pipa air springkel dipasang diatas platfon setiap jarak 3-5 meter. Tekanan air pada springkel berkisar antara 1 – 3 bar. Dan instalasi pemipaan untuk hydrant box, siemense, hydrant pillar terletak setiap lantai bangunan pada posisi taman, rest area, parkir, dll.dydrant

Sentral hydrant yang diletakkan dilokasi khusus.pompa-hydrant

 

 

Springkel (tekanan 1 – 2 Bar)

springkel 

4. Pressurized Fan

Yaitu fan atau baling-baling angin yang memiliki tekanan positif, sehingga kepulan asap dapat didorong atau memberikan udara segar pada area yang dipasang. Umumnya dipasang pada tangga darurat, jalur evakuasi, lokasi assembly point (titik berkumpul jika terjadi keadaan darurat)

 

4. Alat komunikasi darurat bahaya
Yaitu peralatan yang digunakan sebagai komunikasi atau informasi yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi nya bahaya atau kebakaran. Terdiri dari:
1. Alarm kebakaran / sirine/ bell
2. HT
3. Control room

5. Sarana Evakuasi
Yaitu segala sarana yang diperlukan saat dilakukan proses evakuasi untuk menghindari orang lain dari sumber bahaya. Terdiri dari:

1. Emergency Light, Exit / Lampu darurat, petunjuk arah jalan atau keluar (exit). Syarat emergency light, jalur evakuasi atau exit harus dapat berfungsi dan dicek secara rutin, power/battery harus dapat berfungsi

2. Emergency door / pintu darurat
Emergency door harus memiliki warna yang khusus, terpasang tulisan exit dan alarm. Hanya dapat dibuka satu arah menuju area exit (untuk menghindari masuknya bahaya, api, asap). Pintu harus tahan api dan akses menuju pintu darurat tidak terhalang

pintu-darurat

 

Sensor Alarm emergeny door akan aktif ketika dibuka

3. Emergency stairs/ tangga darurat

Tangga darurat ada yang dipasang diluar gedung atau didalam bangunan gedung yang harus memenuhi persyaratan berikut:
Tangga darurat memiliki ventilasi atau pressured fan untuk membuang asap. Pintu menuju tangga darurat tidak boleh dikunci dan tertutup agar asap tidak masuk. Tangga harus bebas dari halangan: contoh tidak boleh digunakan untuk
menyimpan barang, tempat gudang, dll

Contoh tangga darurat diluar gedung:

tangga-darurat-luar-gedung

4. Emergency lift /
Emergency lift harus memiliki sumber daya listrik dari supply listrik darurat (genset, UPS)

Lift yang digunakan saat terjadinya kebakaran, Lift tidak boleh dipakai saat terjadi bahaya kebakaran karena sistem kelistrikan lift tersebut disupply dari jalur PLN. Saat terjadi kebakaran jika supply listrik terputus maka akan dapat mengakibatkan lift macet.

Posted on Leave a comment

Pemasangan ACP panel sebagai exterior bangunan

ACP adalah Aluminium Composite Panel yang digunakan sebagai exterior dan bahan finishing pada bangunan yang memiliki keunggulan antara lain:

  1. ACP terbuat dari lapisan aluminium yang tidak mudah berkarat, layer bonding, epoxy, coating
  2. Terdiri dari berlapis-lapis cat (coating powder) sehingga lapisan cat lebih awet hingga puluhan tahun
  3. Bahan ringan, mudah dibentuk sesuai dengan pola dan model

ACP sering dijumpai pada gedung-gedung seperti Apartment, Rumah Sakit, Mall, Kantor, SPBU, Bank, Ruko, dll.

Bagian ACP:

Cara pemasangan ACP sebagai exterior bangunan

  1. Persiapan

-Bagian dinding bangunan minimal sudah diplester dan pada beton sudah dapat digunakan untuk dipasang dynabolt sebagai pemaku rangka pada dinding

-Marking, marking area dinding dan sesuaikan dengan ukuran ACP yang akan dipasang. Marking juga berfungsi pedoman tempat posisi rangka ditempatkan.

 

  1. Pembuatan Rangka ACP

-Rangka ACP terbuat dari Aluminium atau menggunakan rangka hollow 40×40

-Bagian rangka dipasang plat siku dan dikunci kebagian dinding dengan dynabolt

-Bagian antar rangka dapat disambung satu sama lain dengan pengelasan atau dengan diskrup

-Rangka ACP dapat difabrikasi terlebih dahulu menjadi rangkaian rangka yang sudah disambung-sambung atau disebut bracket kemudian secara sekaligus dipasang pada dinding bangunan

  1. Fabrikasi ACP

-Persiapan lembaran ACP, merk ACP yang ada dipasaran antara lain: Seven, Alucobond, Alumetal, Alumebond, Maco, Alustar, Luminate, dll.

-Potong lembaran ACP mengacu kepada jarak dan ukuran rangka hollow. Dimana lembar ACP dipotong melebihi 4 cm dari rangka. Misal untuk rangka 60x60cm maka lembar ACP yang dipotong menjadi 64x64cm. Dimaksudkan supaya sisa 4 cm digunakan untuk ditekuk atau dilipat sehingga ACP berbentuk sebuah kotak.

-Proses Routing yaitu dengan me routing atau memangkas lapisan logam/aluminium pada ACP sehingga mudah untuk menekuk bagian ujung (4cm) sebanyak 90 deg.

-Lipat bagian ACP sehingga membentuk kotak, dan gunakan potongan siku untuk mengikat lipatan menggunakan paku rivet.

– Pasang 2 buah bracket / plat siku pada 2 sisi lembar ACP sehingga terdapat 8 buah bracket atau plat siku yang akan dibaut atau dikunci ke rangka hollow.

  

 

  1. Pemasangan ACP pada rangka

-Persiapkan alat bantu seperti  mesin bor, mata bor/baut dan sekrup. Gunakan material sekrup yang terbuat dari logm kuat dan tidak mudah berkarat.

-Pasang lembaran ACP yang sudah disiapkan pada rangka dengan mengunci dibagian bracket ACP ke rangka.

-Pasang lembar berikut nya dengan cara yang sama sehingga semua bagian ACP terpasang pada rangka

-Sealant bagian celah antar ACP agar saling mengikat dan mencegah air masuk ke sisi dalam rangka acp dan dinding bangunan.

 

 

Contoh ACP panel yang sudah terpasang: