Posted on Leave a comment

Memasang granit dengan baik dan benar

Granit merupakan salah satu bahan finishing yang dipakai pada bangunan untuk lantai atau dinding bangunan. Granit memiliki keunggulan antara lain tahan/kuat, mengkilap, presisi sudut pertemuan antar granit lebih kecil rapi, dan memiliki ukuran lebih besar dibanding keramik.
Langkah-langkah dalam pemasangan granit:
  1. Menentukan tipe, ukuran dan motif granit yang akan digunakan
  2. Mengukur dan menentukan ketinggian lantai granit. Dengan mengacu kepada kusen/pintu dan menentukan ketiggian lantai (titik nol) dari pintu. Tandai bagian titik dasar yang akan menjadi posisi ketinggian keramik pada dinding bangunan.
  3. Untuk mendapatkan ketinggian yang sama pada setiap sisi dinding yang akan ditandai gunakan selang timbang dan tandai/garis pada dinding. Paku pada dinding yang sudah ditandai dan selanjut nya tarik benang sesuai ketinggian yang sudah ditandai.
  4. Tentukan garis tengah ruangan, dengan membagi ruangan menjadi dua bagian untuk mendapatkan siku dan sudut ruangan. Karena memasang granit dimulai dari tengah-tengah ruangan kemudian dilanjutkan kearah pinggir tembok.
  5. Cor lantai kerja dengan rata agar memudahkan pada saat pemasangan granit.
  6. Siapkan perekat yang terdiri dari adonan semen pasir (1:3), adonan tidak boleh terlalu basah agar tidak turun saat lantai kering dan juga tidak boleh kering sehingga lantai tidak gopong.
  7. Siapkan acian kental sebagai perekat untuk dipoles pada bagian bawah keramik
  8. Pasang granit mulai dari tengah ruangan dan dilanjutkan kearah pinggi tembok.
  9. Terkadang harus ada pemotongan granit, maka disiapkan gerinda potong keramik untuk mendapatkan ukuran pinggir yang sejajar dan sesuai.
  10. Cek kualitas hasil pemasangan, pasangan antar keramik tidak boleh ada gap atau tidak rata. Demikian juga cek level dan ketinggian atau elevasi lantai jika diperlukan ada nya kemiringan. Dapat menggunakan waterpass.
  11. Setelah selesai pemasangan, bersihkan kotoran dan sisa adukan yang menempel biarkan selama beberapa hari (4-5 hari) dan selama pengeringan granit belum boleh dipakai untuk menahan beban.
  12. Pasang nat pada celah granit sehingga rata.
  13. Lakukan pembersihan dan pengepelan sehingga granit terlihat mengkilap.
 

Posted on Leave a comment

TAHAPAN PEMBUATAN JALAN ASPHALT

Jalan asphalt terdiri dari bermacam lapisan atau layer yaitu:

-Sub base layer (Pondasi/coran) – Base course layer (Asphalt treat base-ATB) – Coarse layer (Asphalt hotmix)

Berikut adalah tahapan pada saat pembuatan jalan asphalt hotmix:

 

  1. Pemetaan jalan

Ini adalah tahap awal pada perencaan jalan asphalt dimana dilakukan pengukuran badan jalan, lebar jalan, ketinggian dan elevasi jala diukur sesuai dengan rencana jalan asphalt yang akan dibuat.

  1. Clearing & Grubbing

Proses ini membersihkan area jalan yang akan dibuat dari pohon, sampah atau benda lainnya yang menghalangi sehingga lahan dibebaskan dan siap untuk didibentuk

  1. Stripping

Pada tahap ini ukuran jalan, elevasi serta ketinggian disesuaikan sehingga pada proses ini lahan digali atau diurug sehingga mendapatkan elevasi atau ketinggian yang diinginkan. Alat yang digunakan untuk mengukur level dan elevasi tanah adalah theodolite.

  1. Sub grade

Sebelum dipasang pondasi bawah, tanah dipadatkan dahulu dengan menggunakan bulldozer atau vibrator roller.

  1. Sub base course

Setelah tanah dipadatkan, selanjutnya dihampar material pondasi bawah jalan berupa batu kali atau limestone dan diratakan dengan mesin tamdem roller.

  1. Base coarse

Pada tahap ini ditambahkan prime coat untuk mengikat antara lapisan dasar dan ATB (Asphalt treated base).

  1. Hotmix wearing coarse (Lapisan atas ATB)

Material asphalt jenis ATB (Asphalt Treated Base) atau asphalt kasar dihamparkan dengan mesin finisher lalu dipadatkan dengan mesin tandem roller. Setelah itu ditambahkan cor tack coat yaitu lem perekat antara ATB dengan asphalt hotmix.

   ATB

 Proses cor tack coat sebelum diberi lapisan asphalt hotmix

  1. Surface coarse

Pada tahap ini lapisan akhir asphalt berupa Asphalt hotmix atau asphalt halus dihamparkan menggunakan mesin finisher lalu dipadatkan menggunakan mesin roller. Untuk ukuran kecil menggunakan mini roller.

   Texture partakel Asphalt hotmix yang lebih halus

  1. Finishing

Pekerjaan finishing jalan asphalt dilakukan pemadatan dan perataan jalan dengan menggunakan roller pneumatic atau hidrolik.

Posted on Leave a comment

Perawatan Genset (Generator Set)

Genset adalah sumber listrik cadangan yang digunakan ketika supply listrik dari pemasok utama (PLN) terputus atau terganggu. Genset umumnya disediakan untuk tempat-tempat yang melayani fasilitas umum atau public atau tempat yang dibutuhkan untuk menjaga kontuinitas aliran listrik seperti rumah sakit, gedung bertingkat, industry, cold storage atau pada area yang tidak terjangkau pasokan listrik seperti area proyek disuatu lokasi tertentu.

diesel_generator

Kapasitas genset mulai dari yang paling kecil mulai dari kilo Watt hingga Mega watt

Menurut jenis genset nya:

  1. Genset portable atau stationer
  2. Daya terpasang: Genset mini < 1 kw dan Residential & Aplikasi industry hingga MW
  3. Bahan bakar : Diesel, gasoline, bensi, solar
  4. Silent / No silent
  5. Dll

Prinsip kerja genset sama dengan generator yaitu mengubah energi mekainik yang dihasilkan dari pergerakan mesin rotor yang menginduksikan medan magnet pada alternator energi mekanik diubah menjadi energi listrik.

Bagian2 utama dari genset:

diesel-generator-6-638

indoor-genset

  1. Mesin
  2. Alternator
  3. Sistem bahan bakar
  4. (VR) Voltarge Regulator
  5. Sistem pendinginan dan exhaust
  6. Sistem pelumasan
  7. Accu
  8. Charger battery
  9. Panel Control
  10. Casing (Rumah genset)

Mesin:

Pada mesin terjadi proses pembakaran dan menggerakan silinder piston sehingga shaft dapat diputar. Selanjutnya shaft yang berputar dihubungkan ke Alternator.

Alternator

Bagian yang menghasilkan listrik. Terdapat komponen stator (diam) dan rotor (bergerak). Rotor akan menghasilkan medan magnet yang bergerak disekitar startor, yang menginduksikan tegangan perbedaan antara gulungan stator. Ini akan menghasilkan arus bolak-balik (AC) output dari generator.

Sistem Bahan bakar

Tangki bahan bakar dipasang pada casing genset untuk aplikasi tertentu terinstal tangki bahan bakar external. Aturan untuk penyimpanan tangki bahan bakar harus mengikuti aturan atau regulasi disuatu tempat.

Bagian dari system bahan bakar:

  • Sambungan pipa dari tangki bahan bakar ke mesin
  • Pompa bahan bakar mentransfer bahan bakar dari tangki utama ke tangka mesin
  • Fuel filter, memisahkan air dan benda asing dari bahan bakar untuk melindungi komponen lain dari generator dari korosi dan kontaminasi
  • Fuel injector, menginjeksikan jumlah bahan bakar yang diperlukan ke ruang bakar mesin

Voltage Regulator

Komponen ini akan mengatur tegangan output yang diperlukan dari generator. Misalkan untuk memerlukan tegangan output AC/DC, 480V atau 220V. Komponen pada VR terdiri dari exciter winding, rectifier.

Sistem pendinginan dan exhaust

Medium pendinginan terdiri dari air atau hidrogen akan mentransfer panas dalam sirkit pendingin. Bisa juga system pendinginan primer terdiri dari radiator dan kipas.

Pada standar NEC, generator ditempatkan pada area terbuka atau ruangan yang memiliki ventilasi udara yang cukup. Minimal terdapat ruangan 3m disisi luar generator untuk memastikan aliran udara pendingin.

Exhaust

Exhaust berfungsi membuang hasil pembakaran berupa karbon dioksida keluar ruangan atau ke udara bebas. Asap pembakaran dialirkan dengan pipa knalpot yang terpasang dimesin dengan konektor fleksibel. Aturan pembuangan pembakaran motor harus memenuhi standar regulasi daerah setempat.

Sistem Pelumasan

Generator tediri dari mesin yang memiliki komponen yang bergerak atau berputar sehingga diperlukan pelumasan. Oil pelumas harus diperiksa setiap 8 jam operasional dan dipenggantian minyak pelumas setiap 500jam operasional. Harus dicek apakah ada kebocoran dari pelumas.

Accu/Charger battery

Control Panel

Control panel ini memiliki tombol untuk mengatur outlet listrik dan pengontrolan. Pada control panel terdapat beberapa fungsi umumnya:

  1. Saklar – switch manual atau otomasi, pilihan ini digunakan apakah generator on secara manual atau otomatis. Switch otomatis generator akan ON secara otomatis ketika supply listrik dari pemasok utama terputus. Waktu yang diperlukan untuk switching 1 – 20 detik.
  2. Alat pengukur Engine- Dapat membaca parameter penting seperti tekanan minyak, suhu pendinginan, tegangan bateri, speed mesin, durasi operasi, dll.
  3. Alat pengukur electric – Meteran untuk mengukur arus dan tegangan, frekwensi operasi

Casing

Pada generator digunakan casing untuk melindungi komponen generator dari gangguan luar serta juga berfungsi untuk meredam suara dari generator (Silent generator)

Cara pengoperasian generator:

Before start:

Cek bahan bakar (posisi kran harus on dan terbuka ke mesin), oli mesin, air radiator, air accu apabila kurang ditambahkan

Cek kabel R-S-T-N apakah terpasang sudah sesuai

Cek kabel accu apakah sudah terpasang dengan benar. Warna merah positif (+) dan hitam negative (-)

Buka box panel dan naikkan MCB

Saat running

  1. Nyalakan mesin tanpa beban kurang lebih 10 menit
  2. Periksa parameter semua alat ukur engine dan listrik apakah sudah dalam keadaan baik ketika mesin dalam posisi hidup.
  3. Ketika semua diperiksa sudah tidak ada masalah generator dapat digunakan untuk mensupplay arus listrik ke beban.
  4. Nyalakan beban satu per satu.

Shutdown

  1. Matikan beban terlebih dahulu dan turunkan MCB. Tunggu hingga 5 menit untuk mesin cooling down setelah itu baru matikan mesin.
  2. Mematikan secara mendadak dapat merusak komponen seperti AVR.

Pemeliharaan dan Perawatan Genset

Pemeliharaan dan perawaran genset dilakukan secara berkala daily, weekly, monthly, 6 monthly hingga tahunan.

Items yang dicover ketika preventive maintenance:

Fuel system –> fuel, pipa, filter dan injection equipment adalah item yang sering dicek pada system pembakaran.

Batteries –>  kondisi battery, sambungan dan air accu dicek secara berkala

Coolant (pendingin) à Cek kebocoran atau cairan pendinginan yang tidak sesuai dapat membuat mesin overheat

Filters –> Filter berfungsi untuk mencegah kontaminan masuk ke system yang dapat menghasilkan failure atau mengurangi performa mesin.  Pada program maintenance dipastikan udara, fuel dan oil filter diinspeksi dan diganti ketika diperlukan.

Contacts switch –> contact pada electrical control system harus dicek berkala. Kontak yang kurang baik akan menyebabkan panas berlebih, percikan api (spike), atau deposit carbon hingga menyebabkan kontak gagal.

Connection/sambungan –> Memastikan sambungan hoses, sambungan bahan bakar, pipa, connection electrical tersambung dengan baik.

Korosi –> cek korosi pada wiring, piping, fixtures, dan komponen lainnya.

Mekanikal –> Cek komponen seperti belt, puller, vibration, fitting , tightening, korosi, keausan dan stress dari komponen mekanial

Terlampir contoh jadwal preventive maintenance genset:

pm genset1