Posted on Leave a comment

Fabrikasi & erection pada kontruksi baja

Kontruksi baja pada bangunan saat ini sangat banyak dipakai dan diminati. Karena baja memiliki beberapa keunggulan,
antara lain dalam hal kekuatan, harga lebih bersaing, kecepatan dan kemudahan dalam pemasangan.

Fabrikasi baja kontruksi yang akan dipasang biasanya dilakukan diworkshop atau onsite (tempat dilakukan nya proyek).

Proses fabrikasi dan pemasangan kontruksi baja dilakukan sebagai berikut:
1. Material baja disiapkan
Material baja yang disiapkan sesuai dengan jenis, spesifikasi dan ukuran yang akan digunakan.
bagian Kolom dan kuda-kuda rafter memakai baja WF, gording menggunakan CNP, UNP, siku
dan branching rod, tie rod, plate sambungan, angkur, dll.

Material baja bisa didapatkan dari toko-toko baja terdekat.

Kualitas baja yang dipakai harus sesuai standar SNI dan sudah melalui uji ketahanan
uji leleh dan kekuatan yang disyaratkan.

Brand baja dipasaran antara lain dari KS (krakatau steel), Garuda, dll

2. Persiapan plate
Plate banyak dipakai sebagai simpul, sambungan, stifener. Ukuran plate dan ketebalan serta titik lobang baut menyesuaikan dengan gambar kerja.

Ukuran plate dan titik lobang baut harus benar presisi dengan menggunakan mal/penggaris supaya potongan plate lebih akurat.

Pemotongan:
Plate baja dipotong dengan menggunakan mesin gerinda potong, untuk ukuran baja WF yang besar sebaiknya menggunakan mesin gerinda potong duduk dengan diameter piring hingga 20″ atau lase cutting.

 

Setelah plate dipotong dan titik baut sudah ditandai, selanjutnya siapkan mesin pons, bor kecil dan bor utama untuk membuat lobang baut pada plate. Bagian titik dibor dengan bor kecil (misal 5mm) baru dilanjutkan menggunakan bor utama sesuai diameter baut (misal 16mm).

Setelah pemotongan dan pembuatan lobang baut selesai bersihkan plate dan haluskan dengan digrinda atau diamplas bagian sisa potongan plate sehingga tidak tajam.

3. Persiapan rafter, kolom
Ukuran WF dipasaran biasanya berbeda dengan panjang bentangan atau tinggi kolom pada kontruksi baja yang akan dipasang nantinya.

Maka baja yang ada harus dipotong sehingga sesuai dengan ukuran dari gambar kerja. Bagian yang akan dipotong diukur dengan mal/jangkar secara akurat dan presisi sehingga tidak mengalami kesalahan setelah dipotong. Jika terjadi kesalahan mengakibatkan kerugian biaya yang cukup besar.

3. Settingan
Bagian batang baja dan plate yang sudah disiapkan dari proses sebelumnya, selanjutnya sambungkan dan setting bagian-bagian tersebut sehingga hasilnya sesuai bentuk, jarak dan ukuran pada gambar kerja. Hasil pemasangan yang dilakukan dilantai kerja harus benar-benar sudah tepat dan presisi. Yang harus diperhatikan saat pemasangan dan settingan:
1. Tidak boleh ada kemiringan/sudut, panjang melebihi atau kurang
2. Dudukan plate, gordeng dan maupun balok anak tidak miring

Lakukan adjustmen kembali jika ada kekurangan pada saat penyambungan.

4. Pengelasan
Las baja menggunakan trafo las listrik dengan diameter kawat 3.2mm dan 4.0mm
Spesifikasi las trafo listrik yang disarankan:
Voltase: 380 3 fase
Daya listrik: 2000 – 12000 Hz
Arus input: 26 A
Arus output: 40 -400 A
Ukuran socket: 50 mm
Duty cycle: 60%

Cara pengelasan:
– Bersihkan bagian yang akan dilas dari kotoran atau debu.
-Tebal las disesuaikan dengan beban kontruksi
– Setelah pengelasan bersihkan sisa lasan dan dihaluskan
5. Erection (pengangkatan)
Adalah proses pengangkatan bagian rangka baja seperti kuda-kuda/rafter, kolom yang sudah disambung dan disetting diangkat untuk dipasang dibagian atas kontruksi untuk difitting dengan bagian lainnya (kolom-rafter-kuda-kuda, branching, tie rod dll).

Bagian kolom pertama kali diangkat dan dipasang setelah itu bagian rafter dan gording.

Proses pengangkatan kontruksi baja:

Untuk beban baja lebih dari 1 ton dan ketinggian lebih dari 10 meter maka pengangkatan kontruksi Baja sebaiknya menggunakan alat angkat berat seperti hoist, crane/mobile crane, karena lebih safety dan lebih mudah.

 

Beban dibawah 1 ton dengan ketinggian kolom 6m, dapat menggunakan lifting equipment seperti chain block, hoist yang memiliki daya angkat dari 5 ton.

chain-block       

Cara pembuatan chain block frame:
1.Buat as untuk tempat dikaitkan box katrol dengan ketinggian minimal 1 meter diatas tinggi kolom yang akan dipasang. As dapat dibuat beam yang ada atau menggunakan pipa dengan diamter 5″-6″ tebal 6mm yang disambungkan hingga ketinggan tersebut. Bagian ujung pipa dilas plate (tebal 15mm) dan dilobang untuk mengaitkan box katrol
2. As ditegakkan dan bagian ujung pipa diikatkan dengan tali tambang goni (diameter 1″) masing-masing di 4 penjuru dan tali tambang tadi diikatkan pada batok yang kuat atau pada pedestal yang ada.

6. Fitting atau peyambungan diatas rangka:

rafter-fitting
Setelah rangka kuda-kuda/rafter diangkat keatas pakai catrol atau crane dan sampai diposisi nya pasang baut dan kencangkan sampai plate simpul rafter rapat dengan kolom. Selajutnya ujung rafter diikat pakai seling (12 mm) dan tarik ujung seling bagian bawah ke pedestal/batok. Tarik dengan dua arah kanan kiri untuk rafter dengan bentangan panjang. Contoh bentangan 20 meter memakai 4 penjuru kearah kanan 2 penjuru dan kiri 2 penjuru. Pastikan semua ikatan kuat dan rafter tidak goyah. Setelah rafter pertama naik dan terpasang diposisinya, naikkan rafter kedua dengan cara yang sama dan langsung dipasang atau diikat pakai gording pada beberapa titik terutama dibagian atas nok rafter. Begitu seterusnya sehingga semua bagian rafter dan gording sudah naik dan terpasang diatas kolom.

Selanjutnya pasang branching/ tie rod sebagai pengikat rafter. Setelah semua braching terpasang dengan baik dan sudah disetting tarikan nya baru setelah itu seling boleh dilepas. Harus diingat jangan melepas seling sebelum branching terpasang dengan baik. Karena braching sebagai pengikat kontruksi kuda-kuda/rafter, jika tidak terpasang dengan baik rafter akan goyang, miring dan roboh sehingga dapat merugikan dan membahayakan keselamatan.

7. Finishing:
Finishing adalah proses pembersihan, pengecekan dan pengecatan dari kontruksi baja yang sudah disambungkan pengecatan mulai dari cat dasar dan cat vanishing. Sebaiknya pengecetan dilakukan dilantai kerja sebelum proses erection (pengangkatan) karena dilakukannya lebih mudah dan lebih aman.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *