Posted on Leave a comment

Struktur Bangunan Rumah

Struktur merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam menopang

kekuatan sebuah bangunan dalam hal menahan beban mati dan beban hidup, beban angina, gempa, sehingga aman untuk ditempati.

Bagian dari struktur bangunan adalah: Pondasi, sloof, kolom, balok.
Kekuatan dari suatu komponen struktur tersebut ditentukan dari
pemilihan tipe kontruksi pada tahap awal perancanganan seperti: dimesin/ukuran, bahan yang digunakan serta tekinik pemasangan.

Bagian struktur yang baik harus mengikat satu sama lain sehingga dapat
menyalurkan beban secara merata dan seimbang.

Dikenal ada 2 jenis struktur yaitu struktur beton bertulang dan struktur baja. Kedua2nya memiliki

keunggulan dan kelemahan masing-masing nya.
Berikut ini contoh perhitungan untuk menentukan dimensi struktur bangunan:

1. Pondasi
Pondasi bangunan merupakan bagian struktur yang terletak dibawah Tanah.
Awal dari proses pembuatan perencanaan struktur bangunan adalah menentukan
tipe dan dimesin dari pondasi yang akan digunakan sesuai dengan ukuran bangunan
serta beban yang dipikul. Ada beberapa tipe pondasi yang dipakai (tipe pondasi).

2. Kolom:
Kolom merupakan elemen kontruksi yang berbentuk vertikal yang menerima
transfer beban dari pelat dan balok kemudian meneruskan ke tanah melalui
kontruksi pondasi

Cara menentukan ukuran Kolom:

Ketahui data2 teknis seperti:
1. Tinggi kolom lt1 (3.5m)
2. Tinggi kolom lt2 (3.5m)
3. Dimensi balok induk (40×20)
4. Dimensi balok anak (25×15)
5. Pelat lantai (t) = 120 mm
6. Pelat atap (t) = 100 mm

Hitung pembebanan pada kolom:
Beban yang bekerja pada kolom 1 diakumulasikan dengan beban-beban yang bekerja
pada kolom lantai 2. Hal ini dilakukan agar dimensi kolom lantai 1 tidak lebih
kecil dari dimensi kolom pada lantai 2.

Perhitungan beban pada kolom adalah sebagai berikut:

A. Pembebanan kolom lantai 2
Distribusi pembebanan kolom lantai 2 berasal dari dak atap, plafon dan ring balok
lantai 2.

Perhitungan beban mati:
Total beban mati lantai 2 = W balok + W pelat + W plafon
W lt2 = 1300Kg + 2000Kg + 200 Kg
= 3500

Beban hidup
Dimana gedung dan rumah tinggal memiliki beban hidup sebesar 200kg/m2

Beban hidup = 200 x 4,75 x 2 = 1900 kg

Beban total lantai 2 = 1.2 W mati + 1.6 W hidup
= 1.2 x 3500 + 1.6 x 1900 = 7306 kg

B. Pembebanan beban mati lantai 1
W = W balok + W kolom + W wall + W pelat + W pelat + w finishing + W total Lt2
= 12,000 kg

Beban hidup , = 1900 kg

W 1 = 1.2 W lt1 + 1.6 W hidup
= 1.2×12,000 + 1.6x 1900
= 17,000 kg
a) Dimensi kolom lt 2
Ag lt2 = 0,0464 W lt2 (max)
= 0,0464 x 8408,8 kg
= 390,168 cm2
Diambil lebar kolom (b) = tebal dinding , yaitu sebesar 15 cm
Maka panjang kolom adalah:
h = A g / b
= 390,168 / 15 = 26,011cm
~ 30 cm

Maka dimensi kolom K2 15 x 30 cm

b) Dimensi kolom lt 1
Ag lt1 = 0,0464 W lt1 (max)
= 0,0464 x 20,000 kg
= 928,427 cm2
Diambil lebar kolom (b) = tebal dinding , yaitu sebesar 30 cm
Maka panjang kolom adalah:
h = A g / b
= 928,427 / 30 = 30,948 cm
~ 40 cm

Maka dimensi kolom K1 30 x 40 cm

Atau

Kolom beton 20 x 20 = 400 cm2
Dapat menahan beban sebesar:
W beban = 400 / 0,0464 = 8620 kg

Kolom beton 15 x 15 = 225 cm2
Dapat menahan beban sebesar:
W beban = 400 / 0,0464 = 4849 kg
3. Sloof
Sebagai pengikat struktur diatas tanah. Sloof menahan beban dinding diatasnya
serta meningkatkan kekuatan serta kekakuan lentur pondasi.

Ukuran sloof digunakan (Lebar x Tinggi):
30 x 60
25 x 50
20 x 40
15 x 30
15 x 20

4. Pelat
Pelat terdiri dari pelat pelat 1 arah dan 2 arah. Pelat satu arah digunakan
untuk menghemat volume tulangan dalam arah tertentu. Sedangkan pelat dua arah
memiliki kelebihan dalam hal kekakuan lantai yang lebih besar dalam arah pem
bebanan gempa.

Dimensi pelat ditentukan dengan cara:
Panjang bentang pelat diantara kolom pendukung nya (x) dibagi 30
Misal x = 4m, maka tebal pelat = 4000 mm/30 = 130mm~150mm
Pelat atap diasumsikan memiliki beban yang lebih ringan daripada pelat lantai.
Tebal pelat atap diambil 12 mm

4. Balok:
Terdiri dari balok induk dan balok anak
Balok merupakan elemen struktur posisi melintang yang berfungsi mentransfer
beban dari pelat ke kolom.

Dimensi balok induk :

Tinggi balok induk = Panjang bentang antar kolom (x)/ 12
misal  x = 8 m
Tinggi balok induk (h) = 8000 mm/12 = 666,67 ~ 700 mm.
Lebar balok = h / 2 = 700mm/2 = 350 mm
B1 – 350x700mm

Satuan pembagi/pembanding lebar antara h / (1.5 – 2 )
misal balok 20/30, 30/50

Balok anak
Dimensi balok anak:
Tinggi balok anak = Panjang bentang antar kolom (x)/ 16
Tinggi balok anak (h) = 8000 mm/16 = 500 mm
Lebar balok anak = h/2 = 500 mm/2 = 250
B2-250×500 mm

5. Rangka atap
Rangka atap berfungsi menopang bagian komponen atap terdiri dari
atap genteng, aluminium, bumbungan, talang air hujan.

Rangka atap harus dirancang untuk menahan beban komponen atap, beban
air hujan, beban angina.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *